Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2016:II

1.     Adanya Revisi Anggaran Pemerintah pada APBNP sehingga ada Penyesuaian Kondisi Ekonomi Terkini Tabel 1 Realisasi Indikator Makroekonomi 2015 dan 2016 Adanya penyesuaian ekonomi sehingga berubahnya asumsi makro pada APBNP Sumber: Kementerian Keuangan (2016) Asumsi makro ekonomi pada APBNP disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini. Pertumbuhan ekonomi…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2015:IV

1. Penyerapan Perimaan Pajak Hingga Desember 2015 Masih Rendah Penerimaan pajak hingga Desember 2015 mencapai 83,0 persen. Realisasi penerimaan pajak mencapai IDR 1.235,8 triliun atau 83,0 persen dari target APBNP 2015 yang ditetapkan sebesar IDR 1.489,3 triliun. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya persentase penerimaan pajak masih lebih tinggi…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2015:III

1. Anggaran Pemeritah dalam RAPBN 2016 telah disahkan Tabel 1 Perbandingan Asumsi Makro dalam APBNP 2013, 2014, 2015 dan RAPBN 2016 Penyesuaian asumsi makro setelah disahkannya RAPBN 2016 Sumber: Kementerian Keuangan   RAPBN 2016 telah disahkan dan asumsi makro disesuaikan. Penyesuaian asumsi makro telah menyesuaikan seiring dengan perkembangan…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2015:II

1. Penyerapan Anggaran Keuangan Pemerintah Masih Rendah Tabel 1 Realisasi APBNP 2015 Proporsi realisasi APBNP 2015 hingga tengah tahun 2015 belum mencapai target Sumber: Kementerian Keuangan (2015)   Proporsi penyerapan belanja negara dan penerimaan APBNP per 31 Juni 2015 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan APBNP 2014 per 15…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2015:I

Keuangan Pemerintah Memangkas Subsidi secara Besar-besaran Perkembangan Subsidi Energi APBNP 2014, APBN 2015 dan APBNP 2015 Pemerintah memangkas subsidi energi pada APBNP 2015 Sumber: Kementerian Keuangan   Subsidi energi dipangkas pada APBNP 2015. Subsidi energi yang ditetapkan dalam APBNP 2015 menurun hingga IDR 206,9 triliun sehingga subsidi energi…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2014:IV

1. Fiscal space meningkat seiring turunnya subsidi BBM Subsidi energi pada tahun 2015 mengalami penurunan. Subsidi energi pada APBN tahun 2015 sebesar IDR 344,7 triliun mengalami penurunan bila dibandingkan dengan subsidi energi dalam usulan RAPBN 2015 awal sebesar IDR 363,5 triliun. Penurunan subsidi energi terjadi karena adanya penurunan…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2014:III

1. Keuangan Pemerintah masih terus tergerus subsidi Laporan terbaru realisasi anggaran Kementerian Keuangan menunjukkan, sepanjang kuartal II Januari-Juni 2014, realisasi penyaluran subsidi BBM mencapai IDR 100,7 triliun (43,9% dari pagu anggaran APBNP 2014), melonjak tajam dibanding realisasi periode kuartal I-2014 yang hanya IDR 20,0 triliun. Selain itu pemerintah…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2014:II

Perkembangan berbagai indikator makroekonomi Indonesia menjauh dari asumsi APBN 2014. Hal ini yang menjadi alasan utama pengajuan RAPBNP 2014 oleh pemerintah untuk mengamankan pelaksanaan APBN 2014. Ambang batas defisit 3% dari PDB yang ditetapkan oleh undang-undang bisa terlampaui jika tidak dilakukan penyesuaian pada anggaran negara. Pendapatan negara berpotensi…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2014:I

Realisasi pendapatan dan hibah negara mencapai 5,5% dari target dalam APBN 2014 sebesar IDR 1.667,1 triliun dan realisasi belanja negara per Januari 2014 sebesar 5,3%. Target pendapatan dan hibah tersebut terdiri atas penerimaan dalam negeri sebesar IDR 1.665,78 triliun dan hibah IDR 1,36 triliun. Sejauh ini penerimaan perpajakan…

Perkembangan Keuangan Pemerintah dan Fiskal 2013:IV

A.  Perkembangan Utang Negara Turunnya pertumbuhan ekonomi mempengaruhi penerimaan pajak. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun pada tahun 2013, di mana secara y-o-y pada kuartal I tumbuh 6,05%, kuartal II 5,83%, kuartal III 5,62%, lebih rendah dari asumsi APBN-P 2013 sebesar 6,2% , sehingga berdampak pada penerimaan pajak. Penerimaan…

Indonesia mengalami inflasi sebesar -0,07% m-t-m atau 3,82% y-o-y pada Agustus 2017. (BPS)  *  BI Repo Rate turun 0,55 pp menjadi 4,5 persen (Bank Indonesia)  *  Juli 2017, cadangan devisa Indonesia sebesar USD 127,59 miliar, nilai ini merupakan nilai cadangan devisa tertinggi. (Bank Indonesia)  *  Info terbaru