Perkembangan Ekonomi Daerah 2015:I

Pertumbuhan Ekonomi di 33 Provinsi Pertumbuhan Ekonomi Melambat di Regional Sumber: BPS (2015)   Perlambatan ekonomi dunia tampaknya berimbas pada ekonomi Indonesia. Harga komoditas-komoditas penting Indonesia perlahan mengalami penurunan karena pelemahan dari sisi permintaan dunia. Batu bara, timah, nikel, tembaga, minyak kelapa sawit, mengalami penurunan harga di pasar…

Perkembangan Ekonomi Daerah 2014:IV

Dari 33 provinsi di Indonesia, 20 provinsi mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III tahun 2014. Provinsi tersebut adalah Sumut (5,3%), Sumbar (5,8%), Kepri (6,9%), Jambi (6,6%), Lampung (5,57%), Bengkulu (5,14%), DKI Jakarta(6%), Jabar (5,6%), Jateng (5,4%), Jatim (5,91%), Kalteng (5,54%), Bali (6,53%),…

Perkembangan Ekonomi Daerah 2014:III

Perekonomian yang sehat adalah perekonomian dengan pertumbuhan dan inflasi yang stabil dan ketimpangan antar daerah yang menurun. Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil diperlukan kebijakan-kebijakan yang pro pertumbuhan, misalnya pengembangan infrastruktur dan penciptaan iklim usaha yang kompetitif. Selain itu perlu adanya identifikasi mengenai sektor mana yang maju dan…

Maret 2016, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD315,985 juta atau meningkat 1,20% (m-t-m). (Bank Indonesia)  *  Mei 2016, cadangan devisa Indonesia sebesar USD 103,59 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya. (Bank Indonesia)  *  Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,24% m-t-m atau 3,33% y-o-y pada Mei 2016. (BPS)  *  Hasil RDG BI 17 Maret 2016: BI Rate turun 25 bps ke level 6,75%. (Bank Indonesia)  *  Info terbaru