|
A A

GAMA Leading Economic Indicator and Economic Outlook 2013:IV

Leading Economic Indicator merupakan salah satu model early warning system untuk memprediksi pergerakan ekonomi di masa depan. GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI) merupakan model peramalan yang dikembangkan oleh Tim Macroeconomic Dashboard FEB UGM. Peramalan yang dihasilkan dalam model GAMA LEI ini mampu memprediksi arah pergerakan perekonomian Indonesia dalam beberapa waktu kedepan. Arah pergerakan ekonomi Indonesia diprediksi dengan melihat pergerakan ataupun titik balik yang dihasilkan dalam model GAMA LEI selama beberapa waktu tertentu. GAMA LEI disusun berdasarkan uji kuantitatif serta kualitatif yang sangat ketat dan menggunakan variabel-variabel pilihan untuk menghasilkan peramalan terbaik.

 

Gambar 21: GAMA LEI Indonesia, Tahun 2000:Q1 – 2013:Q3

Keakuratan peramalan GAMA LEI telah teruji kehandalannya karena berhasil meramalkan pergerakan ekonomi Indonesia selama empat kali berturut-turut. Peramalan model GAMA LEI mampu meramalkan secara akurat pergerakan ekonomi Indonesia dari 2012:Q4 hingga 2013:Q3. Adanya perubahan arah perekonomian Indonesia pada 2013:Q1 mampu diprediksi secara tepat oleh model GAMA LEI di 2014:Q4. Begitu juga adanya perlambatan perekonomian Indonesia pada 2013:Q2 dan 2013:Q3 mampu diprediksi oleh pergerakan GAMA LEI di 2013:Q1 dan 2013:Q2. Dalam edisi ini, GAMA LEI meramalkan kondisi perekonomian Indonesia di akhir tahun 2013 serta di awal tahun politik 2014.

Secara umum, pergerakan indikator-indikator penyusun GAMA LEI masih menunjukan penurunan kinerja dari 2013:Q1 hingga 2013:Q3. GAMA LEI selalu disusun dari berbagai indikator yang berasal dari variabel ekonomi mikro maupun ekonomi makro agar mampu menggambarkan siklus perekonomian Indonesia. Dari sisi ekonomi makro, adanya kecenderungan kontraksi pada variabel seperti Foreign Direct Investment Realization, nilai ekspor ke negara-negara tujuan ekspor utama Indonesia (China dan Eropa), pergerakan IHSG, dan market capitalization pasar modal berimplikasi pada pelemahan perekonomian Indonesia di waktu yang akan datang. Dari sisi mikro, masih adanya kecenderungan kontraksi pada belanja masyarakat seperti variabel penjualan mobil dan konsumsi semen sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan ekonomi Indonesia beberapa waktu mendatang.

Hasil peramalan GAMA LEI pada edisi ini masih menunjuk adanya perlambatan perekonomian Indonesia dalam beberapa waktu kedepan, khususnya di akhir tahun 2013 dan di awal tahun politik 2014. Pergerakan GAMA LEI di 2013:Q3 masih belum menunjukan titik balik atau perubahan arah pergerakan perekonomian menuju kondisi yang lebih baik. Hal ini menunjukan bahwa perekonomian Indonesia masih akan mengalami perlambatan pada 2013:Q4 dan awal tahun 2014. Jika pemerintah tidak melakukan langkah antisipatif untuk meredam perlambatan perekonomian maka diperkirakan adanya tahun politik 2014 akan ikut menambah beban kerja pemerintah dalam menjaga pertumbuhan.

 

Konsensus Proyeksi Indikator Makroekonomi
Survei ini memprediksi tiga indikator makro utama Indonesia, yaitu: pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar yang secara umum masih tidak menggembirakan. Estimasi ini diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim Macroeconomic Dashboard dengan responden dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Pertumbuhan PDB riil Indonesia tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 secara umum menurun. Masih turunnya pertumbuhan hingga akhir tahun ini disebabkan oleh faktor eksternal yaitu masih lesunya perekonomian dunia. Sedangkan dari faktor internal disebabkan oleh kecenderungan kinerja perdagangan yang masih defisit dan investasi yang merosot. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika masih diprediksi akan berfluktuasi dan memiliki tren yang melemah. Fluktuasi dan pelemahan rupiah akan banyak dipengaruhi oleh jatuh tempo dan besaran pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta yang akan menyebabkan pelemahan serta potensi capital outflow jika Federal Reserve jadi mengurangi ekspansi moneternya

Inflasi secara umum pada tahun 2013 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2012. Peningkatan ini semakin didesak oleh kurs rupiah yang melemah terhadap Amerika Serikat. Namun, inflasi pada tahun 2014 diprediksikan menurun.

Tabel 5: Estimasi Pertumbuhan PDB


Sumber : Data primer, diolah (2013)

Tabel 6: Estimasi Inflasi



Sumber : Data primer, diolah (2013)

Tabel 7: Estimasi Nilai Tukar

Sumber : Data primer, diolah (2013)

Ekonomi Outlook

Ekonomi Indonesia memasuki kuartal ketiga tahun 2013 menghadapi tekanan yang cukup besar. Instabilitas ekonomi makro meningkat yang dapat dilihat dari inflasi yang meningkat dan nilai mata uang rupiah yang melemah signifikan. Sementara itu kinerja ekonomi internasional dilihat dari neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran masih terus defisit. Memburuknya instabilitas ekonomi makro telah membuat laju pertumbuhan investasi juga melemah sehingga laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal 3 tahun 2013 seperti yang diramalkan oleh Gama Leading Economic Indicator (GAMA LEI) terus menurun. Meskipun berbagai kebijakan ekonomi untuk mengatasi instabilitas ekonomi ataupun meningkatkan pertumbuhan ekonomi telah dilakukan oleh otoritas ekonomi.

Pada  akhir tahun 2013 kondisi ekonomi domestik yang suram masih dibayang-bayangi dengan ketidak pastian ekonomi global, khususnya kebijakan tapering off yang akan dilaksanakan oleh bank sentral AS Federal Reserve, telah membuat ekonomi Indonesia yang terbuka dan menerima banyak dana jangka pendek dari pasar internasional mudah terombang-ambingkan oleh kondisi  pasar global, khususnya pasar valas. Sehingga volatilitas rupiah meningkat, bahkan hampir  menembus IDR12.000 tiap dolar AS, sementara inflasi tetap tinggi. Tentu saja suasana yang muram pada ekonomi Indonesia tersebut juga terekam oleh GAMA LEI yang meramalkan lagi kemerosotan pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.

Meningkatnya instabilitas ekonomi makro yang disertai dengan prospek ekonomi yang memburuk tentu saja membahayakan ekonomi Indoneia. Apalagi tahun 2014 adalah tahun pemilu. Jika pemilu tidak berlangsung dengan lancar dan damai bisa dipastikan ekonomi Indonesia bisa semakin terpuruk. Oleh karena itu penting bagi Indonesia untuk menjaga agar supaya pemilu 2014 berjalan dengan aman dan damai agar supaya ekonomi tidak semakin memburuk, dan berharap akan muncul pemimpin baru hasil pemilu yang bisa membawa perubahan dalam pengelolaan ekonomi sehingga bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukkannya, ekonominya tumbuh dan berkembang, membawa bangsa Indonesia maju dan makmur. Semoga.

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru