|
A A

GAMA Leading Economic Indicator dan Economic Outlook 2012:IV

GAMA Leading Economic Indicator

Siklus bisnis Indonesia yang didekati dengan menggunakan data triwulanan PDB Indonesia tahun 2000 – 2012 menunjukkan gerakan siklikal yang cukup fluktuatif. Gerakan siklus bisnis PDB ini diprediksikan gerakan sebelumnya menggunakan Leading Economic Indicator (LEI) yang mampu memprediksi titik balik dari siklus bisnis perekonomian.

Gama LEI mampu memprediksikan titik balik perekonomian saat Krisis Finansial Global 2008 dengan sinyal titik balik terjadi pada kuartal III tahun 2007 dan diikuti titik balik PDB pada pertengahan tahun 2008. Kemudian kebangkitan PDB kembali diprediksikan oleh LEI pada awal tahun 2009 yang diikuti dengan mulai membaiknya siklus PDB di akhir tahun 2009.

LEI pada kuartal III tahun 2011 telah menunjukkan sebuah sinyal titik balik pada siklus yang terus menurun menunjukkan perekonomian menuju pada kondisi perlambatan di periode yang akan datang. Sinyal Gama LEI kuartal III tahun 2012 menunjukkan sedikit perubahan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan siklus PDB yang menurun akan menjadi lebih stabil. Dengan demikian, pelaku ekonomi tampaknya harus bersiap untuk menentukan strategi dan kebijakan yang tepat untuk menopang perekonomian di masa mendatangkan sebuah sinyal titik balik pada siklus yang terus menurun menunjukkan perekonomian menuju pada kondisi perlambatan di periode yang akan datang. Sinyal Gama LEI kuartal III tahun 2012 menunjukkan sedikit perubahan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan siklus PDB yang menurun akan menjadi lebih stabil.  Dengan demikian, pelaku ekonomi tampaknya harus bersiap untuk menentukan strategi dan kebijakan yang tepat untuk menopang pereekonomian di masa mendatang.

 

Economic Outlook

Ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan bisa bertahan menghadapi ancaman krisis Eropa yang masih akan membayangi ekonomi dunia pada tahun 2013. Meski demikian, dampak dari ketidakpastian ekonomi Eropa yang semakin meluas berakibat pada ekonomi China dan India yang pada krisis keuangan global 2008 masih bisa bertahan, pada tahun 2012 mulai menurun laju pertumbuhannya. Pasar keuangan yang merupakan jalur utama pengaruh ketidakpastian ekonomi global merupakan salah satu sumber kerentanan ekonomi Indonesia karena besarnya dana portfolio yang masuk Indonesia pada 2012, diperkirakan masih akan menjadi sumber kerentanan ekonomi pada tahun 2013. Demikian juga perdagangan internasional yang melemah pada tahun 2012 masih akan berlanjut pada tahun 2013. Sehingga ekonomi Indonesia pada tahun 2013 masih akan bertumpu pada ekonomi domestik seperti konsumsi. Investasi yang pertumbuhannya meskipun tinggi diperkirakan akan melemah pada tahun 2013. Demikian juga sektor non tradable seperti sektor Pengangkutan & Komunikasi, sektor Konstruksi dan sektor Keuangan, Real Estat & Jasa Perusahaan yang biasanya tumbuh tinggi diperkirakan akan mengalami tekanan. Oleh karena itu melihat Gama LEI sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2012, akan berada pada kisaran 6-6,5%. Dengan demikian diharapkan otoritas ekonomi bisa menjaga stabilitas ekonomi makro ataupun pasar keuangan dengan lebih baik pada tahun depan agar iklim investasi dan usaha tidak memburuk. Serta berbagai kebijakan yang sifatnya memberikan stimulus pada pergerakkan ekonomi perlu dilakukan. Salah satu opsi yang dapat dipakai adalah dengan mengurangi subsidi BBM secara bertahap yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur agar dapat meningkatkan daya saing internasional produk Indonesia.

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru