Editorial

Ekonomi dan Bisnis Digital

Di salah satu edisinya yang relatif masih baru, majalah the Economist membuka tajuknya dengan menyatakan bahwa, setiap detik terdapat tambahan tiga orang India pertama kali melek internet, dan pada 2030, lebih dari 1 miliar dari mereka ini akan online. Bayangkan, berapa jumlah pengguna internet seandainya skalanya diperluas tidak hanya…

Perkembangan Terkini

Indikasi Membaiknya Perekonomian Indonesia

Jika kita mempelajari data Februari 2016, indikator makroekonomi Indonesia seperti kurs, cadangan devisa, inflasi, IHSG, yield obligasi, dan juga neraca perdagangan terlihat lebih baik. Lalu, apakah perbaikan statistik tersebut juga memberi indikasi perbaikan ekonomi Indonesia? Mari kita lihat bagaimana perkembangan kondisi pasar finansial yang semakin membaik, setidaknya sebulan…

Tekanan Kembali Muncul dari Eropa dan Jepang

Setelah awal tahun ini diguncang pelemahan saham Tiongkok, pasar saham global kembali tertekan. Kondisi pasar saham di berbagai belahan dunia mengalami penurunan, beberapa di antaranya bahkan anjlok hingga lebih dari 5 persen. Penyebab utamanya masih sama, pelemahan ekonomi global karena sumbangan ekonomi Tiongkok yang menurun dan juga antisipasi…

Senja Kala Industri Batu Bara Indonesia

Indonesia terpukul dengan anjloknya harga batu bara di pasar global. Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2011, harga acuan batu bara Indonesia turun dari USD 127,05 per ton ke USD 54,43 per ton. Kinerja industri batu bara Indonesia menjadi terganggu. Bagaimana mungkin? Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar kelima…

Opini

“Nawa Cita” Tak Bisa Dicapai dengan Tergopoh-Gopoh

Tahun 2015 sudah kita lewati dengan perjuangan berat. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,7 persen, laju inflasi 3,35 persen. Tahun 2015 bisa saya sebut “aneh” dan sulit diprediksi. Banyak hal yang terjadi secara tak terduga, penuh ketidakpastian, bahkan menyerupai “misteri”. Bayangkan, dalam setahun penuh kita harus menunggu dan menebak, apakah…

The Federal Funds Rate, BI, dan Siklus Bisnis*

“Mengatur suku bunga itu bagai menginjak pedal gas mobil.” Mengapa suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) masih tetap 7.5 persen, sejak Februari 2015, sementara pemerintah dan pelaku bisnis telah lama menantikan BI Rate turun? Inilah pertanyaan yang beberapa waktu belakangan ini beredar-edar dalam pertemuan-pertemuan di kalangan para pengusaha,…

Membangun Kepercayaan Memperkokoh Perkonomian

Meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia pada akhir 2015 menyebabkan kinerja perekonomian Indonesia berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Terdepreasianya rupiah terhadap US dolar secara tajam, ditambah dengan lesunya perdagangan saham di BEI, isu kenaikan Federal Funds Rate, devaluasi mata uang Tiongkok serta kondisi non-ekonomi yang turut menghiasi headline…

Pojok Edukasi

Yield

Yield merupakan tingkat pengembalian investasi sebagai persentase dari jumlah investasi awal. Yield mengukur tingkat pengembalian dari suatu instrumen keuangan (misalnya saham dan obligasi) berdasarkan dividen dan tingkat suku bunga, bukan selisih kenaikan harga. Misalkan, seorang investor memiliki saham perusahaan XYZ. Perusahaan tersebut membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar…

Sinopsis

Analisis Hubungan Konsumsi Bahan Bakar Fosil, Emisi CO2, dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode Tahun 1965 – 2012

Memasuki abad ke-21, bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, batu bara) masih menjadi sumber energi yang dominan dalam permintaan energi dunia. Demikian pula di Indonesia, pangsa konsumsi bahan bakar fosil terhadap energi primer secara rata-rata tahunan (1965-2012) sangat besar yaitu mencapai 96,5 persen. Hal tersebut menunjukkan perekonomian…

Upcoming Events

Hasil RDG BI 17 Maret 2016: BI Rate turun 25 bps ke level 6,75%. (Bank Indonesia)  *  Februari 2016, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD311,49 miliar atau meningkat 3,66% (y-o-y). (Bank Indonesia)  *  Maret 2016, cadangan devisa Indonesia sebesar USD 107,54 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. (Bank Indonesia)  *  Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,45% m-t-m atau 3,60% y-o-y pada April 2016. (BPS)  *  Info terbaru