Menjawab Kekhawatiran Utang

Perbicangan mengenai kondisi perekonomian Indonesia semakin intensif seiring dengan bergulirnya pemilihan presiden April mendatang. Interaksi warga di jejaring sosial dan pemberitaan daring menguak tren kekhawatiran masyarakat tentang tingkat utang pemerintah Indonesia saat ini. Dalam rangka menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Keuangan menyatakan bahwa utang pemerintah dikelola dengan baik (Fauzan,…

Pro Kontra Pembangunan Infrastruktur

Genap sudah memasuki tahun ketiga pemerintahan Jokowi-JK pada bulan Oktober lalu. Sorotan publik salah satunya tertuju pada mega proyek pembangunan infrastruktur yang secara serentak efektif dijalankan di berbagai daerah beberapa bulan lalu. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama untuk mendorong…

Deregulasi dan Peningkatan Investasi

Memulai usaha di Indonesia bukan hal yang mudah. Berdasarkan laporan Doing Business 2017, untuk memulai bisnis di Indonesia membutuhkan prosedur yang cukup panjang dan waktu yang cukup lama. Prosedur yang harus dilalui untuk memulai bisnis tersebut mencapai 11,2 prosedur dan mencapai 19,4 hari. Indonesia masih kalah dengan Malaysia…

Infrastruktur: Jalan Keluar dari Middle-Income Trap

Apabila kita membandingkan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada era ini dengan PDB per kapita Indonesia di era awal kemerdekaan, maka jelas terlihat peningkatan kesejahteraan bangsa ini. Di tahun 2016, PDB per kapita Indonesia tercatat sebesar Rp 36 juta bandingkan dengan tahun 1945 yang hanya sebesar…

Menjinakkan Inflasi di bulan yang Suci

Data Historis Inflasi Bulan suci Ramadhan dan tekanan inflasi merupakan dua hal yang sering kali tidak dapat dipisahkan. Grafik 1 menunjukkan peningkatan inflasi yang selalu terjadi pada bulan puasa dan satu bulan sebelumnya (t-1)—kecuali pada tahun 2014. Komponen harga diatur pemerintah dan harga bergejolak menjadi motor utama yang…

Rencana Pengenaan Pajak pada Tanah Menganggur

Jumlah Populasi yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan tempat tinggal di Indonesia meningkat pula. Sampai tahun 2035, jumlah populasi di Indonesia diperkirakan akan mencapai 300 juta jiwa. Populasi yang meningkat berdampak kepada kebutuhan pembangunan rumah bagi masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan rumah tentu akan meningkatkan harga tanah karena tanah adalah…

Referendum Italia dan Dampaknya

Sejauh ini tahun 2016 merupakan tahun yang menguntungkan bagi para populis. Keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa (Brexit) dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat menjadi bukti nyata bangkitnya gerakan populis. Awal Desember, kembali kita dikejutkan oleh para populis lewat referendum amandemen konstitusi Italia. Referendum ini kemudian…

Superholding BUMN: Harapan dan Realita

Setelah tax amnesty, baru-baru ini rencana pemerintah untuk menyatukan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah satu payung Superholding Company (SHC) menuai beragam tanggapan. Keberadaan SHC ini kemudian akan menggantikan fungsi Kementerian BUMN yang biasanya menjalankan fungsi pengawasan atas kinerja lebih dari 100 BUMN yang ada di…

Brexit dan Kita

Pada akhir Juni lalu, dunia dikejutkan dengan keputusan 52 persen rakyat Inggris untuk keluar/meninggalkan Uni Eropa (UE, European Union/EU) atau lebih dikenal dengan istitah Brexit. Keputusan ini merupakan hasil referendum yang dilaksanakan pada 23 Juni lalu. Perdana Menteri Inggris, David Cameroon, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada…

Saatnya Ekspansi

Sejak Januari hingga Maret 2016, BI Rate telah diturunkan tiga kali: dari 7,5 persen ke 7,25 persen (pada 14 Januari 2016), dari 7,25 persen ke 7,00 persen (pada 18 februari 2016), dan dari ke 7,00 ke 6,75 persen (pada 17 Maret 2016). Pemangkasan ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan…

Indikasi Membaiknya Perekonomian Indonesia

Jika kita mempelajari data Februari 2016, indikator makroekonomi Indonesia seperti kurs, cadangan devisa, inflasi, IHSG, yield obligasi, dan juga neraca perdagangan terlihat lebih baik. Lalu, apakah perbaikan statistik tersebut juga memberi indikasi perbaikan ekonomi Indonesia? Mari kita lihat bagaimana perkembangan kondisi pasar finansial yang semakin membaik, setidaknya sebulan…

Tekanan Kembali Muncul dari Eropa dan Jepang

Setelah awal tahun ini diguncang pelemahan saham Tiongkok, pasar saham global kembali tertekan. Kondisi pasar saham di berbagai belahan dunia mengalami penurunan, beberapa di antaranya bahkan anjlok hingga lebih dari 5 persen. Penyebab utamanya masih sama, pelemahan ekonomi global karena sumbangan ekonomi Tiongkok yang menurun dan juga antisipasi…

Senja Kala Industri Batu Bara Indonesia

Indonesia terpukul dengan anjloknya harga batu bara di pasar global. Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2011, harga acuan batu bara Indonesia turun dari USD 127,05 per ton ke USD 54,43 per ton. Kinerja industri batu bara Indonesia menjadi terganggu. Bagaimana mungkin? Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar kelima…

Renminbi sebagai Special Drawing Rights

Pada akhir November 2015, Dewan Eksekutif IMF memutuskan mata uang renminbi (RMB) disertakan sebagai mata uang Special Drawing Rights (SDR). Renminbi akan menjadi bagian dari SDR bersama-sama dengan dolar AS, euro, yen dan pound sterling. Kebijakan ini akan berlaku secara efektif per 1 Oktober 2016. Dengan masuknya renminbi…

Perginya Dana-Dana Asing

Keluarnya dana-dana asing dari Indonesia dalam bentuk investasi portofolio merupakan faktor utama naiknya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2015. Defisit merangkak naik dari kuartal sebelumnya sebesar USD 2,92 Miliar menjadi USD 4,57 miliar, terbesar sejak tahun 2013. Investor asing banyak melakukan penjualan atas surat utang pemerintah…

Semua Mata ke Fed

Bulan September ini adalah bulan penentuan. Tepatnya pada tanggal 16-17. Karena pada tanggal itu FOMC mengadakan pertemuan, yang diduga akan memutuskan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) kali pertama sejak 7 tahun terakhir (berdasarkan Overview of FOMC participants). Persoalannya adalah, ketidakpastian meningkat akibat dari perlambatan ekonomi Tiongkok—yang kemudian membuat…

Lagi-lagi Sapi

Setelah bawang merah, kini daging sapi yang mengalami kenaikan. Pada saat sebelum puasa, harga daging sapi ada di kisaran Rp90-100 ribu per kilogram. Kemudian meningkat ke Rp110-120 ribu pada saat puasa. Masih terbilang normal, apalagi Rp melemah terhadap USD. Namun, pasca puasa, harga daging khususnya di Jabodetabek, naik…

Ekonomi Indonesia Melambat

Badan Pusat Statistik di Bulan Mei 2015 mempublikasikan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2015. Sayangnya bukan kabar baik yang kita terima. Perekonomian kita secara year-on-year (yoy) hanya tumbuh 4,7 persen, terendah dalam lima tahun terakhir. Pengeluaran pemerintah yang diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian nyatanya hanya mampu tumbuh…

Lingering Uncertainty

Federal Reserve dalam rapat FOMC 16-17 Juni 2015 memutuskan untuk menahan target suku bunganya di tingkat 0-0,25 persen seperti sejak tahun 2008. Buat sebagian, keputusan Fed ini melegakan. Buat sebagian yang lain keputusan Fed untuk menunda kenaikan Federal Funds Rate (FFR) ibarat menahan bisul yang sudah lama mau…

Awan Mendung Perekonomian Amerika Serikat

Perekonomian Amerika Serikat nampaknya belum pulih dari krisis yang menimpa mereka beberapa tahun yang lalu. Jika diibaratkan seperti sebuah pesawat, pilot perekonomian Amerika Serikat belum menemui titik terang dan masih struggle melewati awan mendung (permasalahan-permasalahan) di sekitarnya. Indikator yang menjelaskan mengapa perekonomian Amerika Serikat dianggap belum menemui titik…

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru