Cita-Cita Swasembada Daging Sapi: Realistiskah?

Setelah sebelumnya terkena imbas lesunya perekonomian global, kini perekonomian Indonesia sedang “mengencangkan ikat pinggang”—bersiap menghadapi persoalan klasik tahunannya, yakni naiknya inflasi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H di tahun 2016. Pemicunya masih sama, yaitu keterbatasan kapasitas produksi domestik dalam memenuhi kenaikan permintaan. Ini menyebabkan…

Repatriasi Dana dan Konsekuensinya

Rencana ratifikasi RUU pengampunan pajak atau tax amnesty yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi terus menjadi sorotan sejak awal tahun 2016 ini. Di samping isu normatif terkait kebijakan tersebut (karena beberapa pihak memandang tax amnesty sebagai suatu sikap yang kontradiktif dengan penegakkan hukum perpajakan), berbagai konsekuensi yang mungkin timbul…

Tax Amnesty dan Perangkap Fiskal 2016

Kebijakan fiskal Pemerintah Jokowi kembali menjadi sorotan setelah tax amnesty diwacanakan. Tax amnesty direncanakan untuk menambal defisit anggaran karena keterbatasan penerbitan utang baru. Sementara itu, target penerimaan pajak masih terlalu ambisius. Target penerimaan pajak (minus bea dan cukai) dalam APBN 2016 tercantum sebesar Rp1.360 triliun, naik 9,25 persen…

Ekonomi dan Bisnis Digital

Di salah satu edisinya yang relatif masih baru, majalah the Economist membuka tajuknya dengan menyatakan bahwa, setiap detik terdapat tambahan tiga orang India pertama kali melek internet, dan pada 2030, lebih dari 1 miliar dari mereka ini akan online. Bayangkan, berapa jumlah pengguna internet seandainya skalanya diperluas tidak hanya…

Delapan Paket Kebijakan Ekonomi

Menjelang tutup tahun, Pemerintah kembali meluncurkan paket kebijakan ekonomi. Dengan demikian dari September hingga Desember 2015, pemerintah telah mengeluarkan delapan paket kebijakan ekonomi. Dalam paket yang ke-8 kali ini, pemerintah menerbitkan tiga kebijakan: kebijakan satu peta nasional, kebijakan pembangunan kilang minyak, dan kebijakan pembebasan bea masuk suku cadang…

SOS: Pertumbuhan Investasi Kita

BPS telah melansir data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2015 pada awal November lalu. Di luar perkiraan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih baik dari kuartal sebelumnya, meski tetap di level 4 persen. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal III-2015 yang meningkat….

Shortfall Pajak, Defisit APBN, dan Petumbuhan Ekonomi ke Depan

Realisasi APBN-P 2015 akan menjadi salah satu indikator yang dapat mengatakan pemerintahan Jokowi-JK memiliki kemampuan untuk merencanakan sekaligus mengeksekusi anggaran atau tidak. Seperti diketahui, pemerintahan Jokowi-JK mengawali tahun 2015 dengan cara yang kurang mulus; yaitu mereka perlu mengubah APBN 2015 yang disusun oleh pemerintahan SBY-Boediono. Karena itu, APBN-P…

Sudah Saatnya Menaikkan BI Rate?

Pelaku sektor keuangan cemas. Kecemasan ini tampak dari data transaksi valas di pasar spot maupun forward. Sejak 1 September hingga Jumat lalu (25/9), Rupiah di pasar spot terus melemah dari Rp14.075 ke Rp14.693 per dolar Amerika atau turun 4,39 persen. Sedangkan di pasar forward, Rupiah sudah turun Rp760…

Reshuffle Kabinet

Pertumbuhan ekonomi kuartal II melambat ke 4,67% dibandingkan kuartal I-2015 4,7%. Inflasi masih saja tinggi. Terakhir, inflasi Juli 2015 mencapai 0,93%–sama seperti Juli tahun sebelumnya. Padahal tahun 2015 ini jelas-jelas harga semua komoditas dunia turun, mulai dari minyak, mineral dan bahan tambang, hingga pada komoditas pertanian. Gabungan dari pertumbuhan ekonomi yang melambat…

Belum Saatnya BI Rate Diturunkan

Melihat gabungan antara deflasi Januari 2015 dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 4Q2014, sebagian ekonom kemudian mengatakan bahwa sudah saatnya BI rate yang nongkrong di level 7,75 persen diturunkan. Apakah rekomendasi ini tepat? Posisi para ekonom ini secara umum didasarkan pada tiga argumen. Pertama, bahwa deflasi sudah terjadi, sehingga…

Maret 2016, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD315,985 juta atau meningkat 1,20% (m-t-m). (Bank Indonesia)  *  Mei 2016, cadangan devisa Indonesia sebesar USD 103,59 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya. (Bank Indonesia)  *  Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,24% m-t-m atau 3,33% y-o-y pada Mei 2016. (BPS)  *  Hasil RDG BI 17 Maret 2016: BI Rate turun 25 bps ke level 6,75%. (Bank Indonesia)  *  Info terbaru