Donald Trump dan Risiko

Donald Trump adalah sebuah faktor risiko. Kalau Anda melihat bagaimana dia berkampanye dengan pendapat-pendapat ekstrim di luar nalar sehat yang berani, nekat, dan bahkan menantang kemapanan, maka Donald adalah sebuah cerita risiko. Cerita risiko inilah yang diangkat dalam IERO edisi kali ini, sejalan dengan ekspektasi–terutama di emerging economy–yang…

Kasus Deutsche Bank dan Risiko Spillover Sistem Keuangan

Sebuah permasalahan tengah dihadapi oleh salah satu bank investasi terbesar di dunia, Deutsche Bank. Pada 16 September 2016, Department of Justice Amerika Serikat meminta penalti sebesar US$ 14 milyar atas Deutsche Bank untuk menyelesaikan kasus kesalahan penjualan subprime mortgage. Kesalahan penjualan tersebut terjadi sebelum krisis global 2008 pada…

Is Tax Amnesty the Only Option for the Government Today?

In this second year of Jokowi, the wails of the Government of Indonesia (GoI) to generate more tax revenue is getting louder. The targeted economic growth of 5.3 percent in 2016 can only be achieved as the GoI has an adequate financial capacity to finance the development. In…

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal II-2016 dan Perekonomian Dunia

Indeks globalisasi Indonesia pada tahun 2016 mencapai angka 57,75, meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2007 dengan skor 51,31. Dengan menempati peringkat ke-84 dari 207 negara di dunia dalam hal globalisasi, Indonesia memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan dunia relatif terhadap 123 negara lainnya. Namun apabila kita melihat lebih…

Potret Kondisi Human Capital di Indonesia : Permasalahan dan Tantangan

Peter F. Drucker  dalam bukunya Post Capitalist Society (1993), mengungkapkan bahwa dunia akan mengalami transformasi yang dramatis pada berbagai aspek kehidupan, ekonomi, politik, sosial, organisasi, dan moral landscape. Pada sektor sosial politik, terjadi pergeseran paradigma dari semula nation state menjadi megastate. Sebuah negara tidak bisa lagi secara dominan…

“Nawa Cita” Tak Bisa Dicapai dengan Tergopoh-Gopoh

Tahun 2015 sudah kita lewati dengan perjuangan berat. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,7 persen, laju inflasi 3,35 persen. Tahun 2015 bisa saya sebut “aneh” dan sulit diprediksi. Banyak hal yang terjadi secara tak terduga, penuh ketidakpastian, bahkan menyerupai “misteri”. Bayangkan, dalam setahun penuh kita harus menunggu dan menebak, apakah…

The Federal Funds Rate, BI, dan Siklus Bisnis*

“Mengatur suku bunga itu bagai menginjak pedal gas mobil.” Mengapa suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) masih tetap 7.5 persen, sejak Februari 2015, sementara pemerintah dan pelaku bisnis telah lama menantikan BI Rate turun? Inilah pertanyaan yang beberapa waktu belakangan ini beredar-edar dalam pertemuan-pertemuan di kalangan para pengusaha,…

Membangun Kepercayaan Memperkokoh Perkonomian

Meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia pada akhir 2015 menyebabkan kinerja perekonomian Indonesia berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Terdepreasianya rupiah terhadap US dolar secara tajam, ditambah dengan lesunya perdagangan saham di BEI, isu kenaikan Federal Funds Rate, devaluasi mata uang Tiongkok serta kondisi non-ekonomi yang turut menghiasi headline…

UMR: Naik Mau, Turun Tidak

Hampir setiap tahun, demo buruh besar-besaran menjadi ritus berulang yang menghiasi jalanan di kota-kota besar. Aksi ini minimal terjadi setiap bulan Maret, di mana peringatan hari buruh dunia dirayakan. Agendanya pun nyaris hampir sama, tuntutan kenaikan upah minimum. Awal bulan September lalu, berbagai elemen serikat buruh kembali menggelar…

Pertumbuhan Ekonomi dan Penyaluran Kredit

Seiring dengan dikeluarkannya paket kebijakan jilid I dan jilid II, beredar kabar bahwa pada pertengahan bulan Oktober ini akan dikeluarkan paket kebijakan jilid III untuk melawan perlambatan ekonomi. Fokus kebijakan pada paket kali ini berupa program-program yang dalam jangka pendek dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu hal…

Dampak Globalisasi terhadap Pertumbuhan, Kemiskinan, dan Ketimpangan

Bangalore adalah Silicon Valley versi India. Ia adalah tempat berbagai perusahaan teknologi berkarya. Salah satu perusahaan di Bangalore adalah Infosys Technologies Limited. Infosys menjajakan aneka jasa untuk perusahaan multinasional Amerika dan Eropa, mulai dari perawatan komputer hingga menjawab telepon pelanggan perusahaan-perusahaan tersebut dari seluruh dunia. Sama seperti Infosys,…

Siklus Fiskal Pemerintah dan Perekonomian: Sudah Tepatkah?

Kelesuan perekonomian Indonesia yang dimulai sejak tahun 2012 ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah dengan lesunya perekonomian global. Harga komoditas ikut melemah termasuk harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, timah, nikel, dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, ekspansi fiskal adalah salah satu hal yang…

Memahami Hubungan antara Investasi dan GDP

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak tahun 2011 terus mengalami perlambatan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,67 persen y-o-y pada kuartal II 2015 yang diperkirakan akan kembali melambat pada kuartal III 2015. Literatur secara umum menyebutkan bahwa investasi bergerak searah dengan GDP alias pro-cyclical. Namun belum jelas apakah investasi memiliki…

Bangkitnya Momok Inflasi

Banyak yang tak menduga pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2015 turun menjadi 4,72 persen, terlebih ketika harapan masyarakat terhadap era kepemimpinan Presiden Jokowi amat tinggi. Angka tersebut merupakan angka terendah sejak kuartal III-2009. Buat Pemerintah hal ini tentunya sangat tidak menguntungkan karena dapat menjatuhkan kepercayaan publik. Oleh karena itu…

Inflasi dan Penanggulangan Kemiskinan

Pada awal Juli 2015 minggu lalu, Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi bulan Juni 2015 sebesar 0,54 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dari angka inflasi bulan Juni 2014 yang sebesar 0,43, namun lebih rendah dari inflasi bulan yang sama tahun 2010-2013. Angka inflasi tahun kalendar Januari-Juni di…

Belum Saatnya Melonggarkan Likuiditas

Pada tanggal 2 Februari 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada bulan Januari 2015 terjadi deflasi sebesar -0,24%. Selang beberapa hari kemudian BPS mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2014, yaitu sebesar 5,01%. Bila dihitung secara tahunan, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 hanya sebesar 5,02%—paling rendah sejak tahun…

Perkembangan Fiskal

Kinerja perekonomian nasional di tahun 2014 mengalami perlambatan akibat dari tekanan ekonomi dari dalam dan luar negeri. Ketidakpastian di masa transisi pemerintahan dalam negeri saat itu membuat para pelaku ekonomi masih enggan untuk merealisasikan kegiatan bisnisnya dan lebih mengambil strategi “wait and see” berharap akan ada sedikit kepastian….

Mengurai Sasaran Makro RPJMN Jokowi

Sebagai salah satu dokumen yang paling ditunggu oleh publik, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mencerminkan aspirasi dua arah: visi Presiden dan pendekatan praktis-teknokratik. RPJMN 2015-2019 secara garis besar diawali paparan kondisi kebangsaan dan pembangunan selama beberapa tahun terakhir, diikuti dengan kerangka kebijakan dan sasaran pembangunan ke…

Pertimbangan Fiskal dan Nonfiskal dalam Kebijakan Pemberdayaan Aparatur Negara

Salah satu gebrakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah moratorium penerimaan CPNS selama lima tahun ke depan. Kebijakan ini jelas memiliki implikasi fiskal berupa perkiraan turunnya beban belanja pegawai hingga sebesar 30 persen dari APBN atau sekitar Rp70 triliun per tahun. Apabila hanya melihat dari perspektif…

Menyongsong ASEAN Economic Community 2015 dengan Penuh Keraguan

Kesiapan Menuju AEC 2015: Ditengah Tantangan Internal dan Eksternal Sepuluh negara-negara anggota ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation) akan segera memasuki tahapan baru dalam perekonomian kawasan yang dikenal sebagai ASEAN Economic Community 2015 (AEC 2015), dimana pada tahapan perekonomian ini menjadi tonggak resmi terjadinya pembebasan arus faktor…

Inflasi September tercatat sebesar 3,58% y-o-y (BPS).  *  BI Repo Rate turun 0,25 pp menjadi 4,25 persen (Bank Indonesia)  *  Cadangan Devisa Indonesia kembali memecahkan rekor tertinggi pada September yakni sebesar US$ 129,4 (BI).  *  Info terbaru