Dampak Globalisasi terhadap Pertumbuhan, Kemiskinan, dan Ketimpangan

Bangalore adalah Silicon Valley versi India. Ia adalah tempat berbagai perusahaan teknologi berkarya. Salah satu perusahaan di Bangalore adalah Infosys Technologies Limited. Infosys menjajakan aneka jasa untuk perusahaan multinasional Amerika dan Eropa, mulai dari perawatan komputer hingga menjawab telepon pelanggan perusahaan-perusahaan tersebut dari seluruh dunia. Sama seperti Infosys,…

Siklus Fiskal Pemerintah dan Perekonomian: Sudah Tepatkah?

Kelesuan perekonomian Indonesia yang dimulai sejak tahun 2012 ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah dengan lesunya perekonomian global. Harga komoditas ikut melemah termasuk harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, timah, nikel, dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, ekspansi fiskal adalah salah satu hal yang…

Memahami Hubungan antara Investasi dan GDP

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak tahun 2011 terus mengalami perlambatan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,67 persen y-o-y pada kuartal II 2015 yang diperkirakan akan kembali melambat pada kuartal III 2015. Literatur secara umum menyebutkan bahwa investasi bergerak searah dengan GDP alias pro-cyclical. Namun belum jelas apakah investasi memiliki…

Bangkitnya Momok Inflasi

Banyak yang tak menduga pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2015 turun menjadi 4,72 persen, terlebih ketika harapan masyarakat terhadap era kepemimpinan Presiden Jokowi amat tinggi. Angka tersebut merupakan angka terendah sejak kuartal III-2009. Buat Pemerintah hal ini tentunya sangat tidak menguntungkan karena dapat menjatuhkan kepercayaan publik. Oleh karena itu…

Inflasi dan Penanggulangan Kemiskinan

Pada awal Juli 2015 minggu lalu, Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi bulan Juni 2015 sebesar 0,54 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dari angka inflasi bulan Juni 2014 yang sebesar 0,43, namun lebih rendah dari inflasi bulan yang sama tahun 2010-2013. Angka inflasi tahun kalendar Januari-Juni di…

Belum Saatnya Melonggarkan Likuiditas

Pada tanggal 2 Februari 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada bulan Januari 2015 terjadi deflasi sebesar -0,24%. Selang beberapa hari kemudian BPS mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2014, yaitu sebesar 5,01%. Bila dihitung secara tahunan, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 hanya sebesar 5,02%—paling rendah sejak tahun…

Perkembangan Fiskal

Kinerja perekonomian nasional di tahun 2014 mengalami perlambatan akibat dari tekanan ekonomi dari dalam dan luar negeri. Ketidakpastian di masa transisi pemerintahan dalam negeri saat itu membuat para pelaku ekonomi masih enggan untuk merealisasikan kegiatan bisnisnya dan lebih mengambil strategi “wait and see” berharap akan ada sedikit kepastian….

Mengurai Sasaran Makro RPJMN Jokowi

Sebagai salah satu dokumen yang paling ditunggu oleh publik, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mencerminkan aspirasi dua arah: visi Presiden dan pendekatan praktis-teknokratik. RPJMN 2015-2019 secara garis besar diawali paparan kondisi kebangsaan dan pembangunan selama beberapa tahun terakhir, diikuti dengan kerangka kebijakan dan sasaran pembangunan ke…

Pertimbangan Fiskal dan Nonfiskal dalam Kebijakan Pemberdayaan Aparatur Negara

Salah satu gebrakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah moratorium penerimaan CPNS selama lima tahun ke depan. Kebijakan ini jelas memiliki implikasi fiskal berupa perkiraan turunnya beban belanja pegawai hingga sebesar 30 persen dari APBN atau sekitar Rp70 triliun per tahun. Apabila hanya melihat dari perspektif…

Menyongsong ASEAN Economic Community 2015 dengan Penuh Keraguan

Kesiapan Menuju AEC 2015: Ditengah Tantangan Internal dan Eksternal Sepuluh negara-negara anggota ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation) akan segera memasuki tahapan baru dalam perekonomian kawasan yang dikenal sebagai ASEAN Economic Community 2015 (AEC 2015), dimana pada tahapan perekonomian ini menjadi tonggak resmi terjadinya pembebasan arus faktor…

Inflasi September tercatat sebesar 3,58% y-o-y (BPS).  *  BI Repo Rate turun 0,25 pp menjadi 4,25 persen (Bank Indonesia)  *  Cadangan Devisa Indonesia kembali memecahkan rekor tertinggi pada September yakni sebesar US$ 129,4 (BI).  *  Info terbaru