|
A A

Analisis Hubungan Financial Deepening dengan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 2000 – 2014

Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh suatu negara. Financial deepening merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara financial deepening dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data kuartal time series yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar didapat dari Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia pada periode 2000-2014. Pengujian empiris dari penelitian ini dilakukan menggunakan Johansen Co-integration test, Engle-Granger Co-integration test, dan Error Correction Model (ECM). Besarnya financial deepening diukur menggunakan indikator-indikator sebagai berikut: rasio antara jumlah uang beredar dan Produk Domestik Bruto (M2/GDP), rasio antara kredit sektor swasta dan Produk Domestik Bruto (PSC/GDP) dan rasio antara tabungan nasional dan Produk Domestik Bruto (GNS/GDP). Studi empiris menunjukkan bahwa indikator-indikator financial deepening yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah PSC/GDP dan GNS/GDP, keduanya memiliki pengaruh yang positif.

 

Kata kunci: co-integration test, error correction model (ECM), financial deepening, dan pertumbuhan ekonomi

Penulis: Hanggawe Sadoyo Kusumo, S.E.

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru