|
A A

Analisis Siklus Bisnis dan Indikator Ekonomi Pendahulu Indonesia Tahun 2000:Q2 – 2012:Q3

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat mengalami fluktuasi yang berbentuk siklus bisnis yang disebabkan oleh faktor-faktor baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk itu, pengetahuan tentang posisi perekonomian Indonesia perlu diketahui terutama bagi pemerintah, otoritas moneter, dan pelaku ekonomi lain termasuk pengusaha. Dengan mengetahui posisi dan arah perekonomian, resiko yang ditimbulkan akibat ketidakpastian dapat diminimalisasi. Penelitian ini akan membuat suatu leading economic indicator (indikator ekonomi pendahulu) yang merupakan komposit dari indikator-indikator makroekonomi mulai dari sektor keuangan, industri, dan perdagangan luar negeri yang dapat memprediksi kondisi makroekonomi Indonesia yang didekati dengan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menggunakan pendekatan growth cycle yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Developmnent (OECD). Jenis data yang akan digunakan adalah data sekunder. Data PDB sebagai seri acuan didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data seri indikator pendahulu didapatkan dari berbagai sumber seperti BPS, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan basis data CEIC. Frekuensi data yang digunakan berupa data kuartalan. Periode observasi dari kuartal II tahun 2000 hingga kuartal III tahun 2012. Variabel tersebut adalah Indeks Harga Saham Gabungan, Penjualan Mobil, Jumlah Penumpang Pesawat, Jumlah Uang Beredar (M1), Konsumsi Semen, Ekspor Produk Komponen Listrik, dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah seasonally adjusted timeseries dalam program Census X12-ARIMA dan band-pass filter Christiano-Fitzgerald untuk mendapatkan siklus bisnis dari PDB dan seri indikator pendahulu. Hasil penelitian ini telah berhasil membentuk leading economic indicator yang dapat diandalkan dengan koefisien korelasi silang yang tinggi sebesar 0,87.

 

Kata kunci: leading economic indicator, pertumbuhan ekonomi, siklus bisnis, filter band-pass, Christiano-Fitzgerald

Penulis: Galih Adhidharma, S.E.

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru