Indikasi Membaiknya Perekonomian Indonesia

Jika kita mempelajari data Februari 2016, indikator makroekonomi Indonesia seperti kurs, cadangan devisa, inflasi, IHSG, yield obligasi, dan juga neraca perdagangan terlihat lebih baik. Lalu, apakah perbaikan statistik tersebut juga memberi indikasi perbaikan ekonomi Indonesia? Mari kita lihat bagaimana perkembangan kondisi pasar finansial yang semakin membaik, setidaknya sebulan…

Tekanan Kembali Muncul dari Eropa dan Jepang

Setelah awal tahun ini diguncang pelemahan saham Tiongkok, pasar saham global kembali tertekan. Kondisi pasar saham di berbagai belahan dunia mengalami penurunan, beberapa di antaranya bahkan anjlok hingga lebih dari 5 persen. Penyebab utamanya masih sama, pelemahan ekonomi global karena sumbangan ekonomi Tiongkok yang menurun dan juga antisipasi…

Senja Kala Industri Batu Bara Indonesia

Indonesia terpukul dengan anjloknya harga batu bara di pasar global. Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2011, harga acuan batu bara Indonesia turun dari USD 127,05 per ton ke USD 54,43 per ton. Kinerja industri batu bara Indonesia menjadi terganggu. Bagaimana mungkin? Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar kelima…

Renminbi sebagai Special Drawing Rights

Pada akhir November 2015, Dewan Eksekutif IMF memutuskan mata uang renminbi (RMB) disertakan sebagai mata uang Special Drawing Rights (SDR). Renminbi akan menjadi bagian dari SDR bersama-sama dengan dolar AS, euro, yen dan pound sterling. Kebijakan ini akan berlaku secara efektif per 1 Oktober 2016. Dengan masuknya renminbi…

Perginya Dana-Dana Asing

Keluarnya dana-dana asing dari Indonesia dalam bentuk investasi portofolio merupakan faktor utama naiknya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2015. Defisit merangkak naik dari kuartal sebelumnya sebesar USD 2,92 Miliar menjadi USD 4,57 miliar, terbesar sejak tahun 2013. Investor asing banyak melakukan penjualan atas surat utang pemerintah…

Semua Mata ke Fed

Bulan September ini adalah bulan penentuan. Tepatnya pada tanggal 16-17. Karena pada tanggal itu FOMC mengadakan pertemuan, yang diduga akan memutuskan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) kali pertama sejak 7 tahun terakhir (berdasarkan Overview of FOMC participants). Persoalannya adalah, ketidakpastian meningkat akibat dari perlambatan ekonomi Tiongkok—yang kemudian membuat…

Lagi-lagi Sapi

Setelah bawang merah, kini daging sapi yang mengalami kenaikan. Pada saat sebelum puasa, harga daging sapi ada di kisaran Rp90-100 ribu per kilogram. Kemudian meningkat ke Rp110-120 ribu pada saat puasa. Masih terbilang normal, apalagi Rp melemah terhadap USD. Namun, pasca puasa, harga daging khususnya di Jabodetabek, naik…

Ekonomi Indonesia Melambat

Badan Pusat Statistik di Bulan Mei 2015 mempublikasikan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2015. Sayangnya bukan kabar baik yang kita terima. Perekonomian kita secara year-on-year (yoy) hanya tumbuh 4,7 persen, terendah dalam lima tahun terakhir. Pengeluaran pemerintah yang diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian nyatanya hanya mampu tumbuh…

Lingering Uncertainty

Federal Reserve dalam rapat FOMC 16-17 Juni 2015 memutuskan untuk menahan target suku bunganya di tingkat 0-0,25 persen seperti sejak tahun 2008. Buat sebagian, keputusan Fed ini melegakan. Buat sebagian yang lain keputusan Fed untuk menunda kenaikan Federal Funds Rate (FFR) ibarat menahan bisul yang sudah lama mau…

Awan Mendung Perekonomian Amerika Serikat

Perekonomian Amerika Serikat nampaknya belum pulih dari krisis yang menimpa mereka beberapa tahun yang lalu. Jika diibaratkan seperti sebuah pesawat, pilot perekonomian Amerika Serikat belum menemui titik terang dan masih struggle melewati awan mendung (permasalahan-permasalahan) di sekitarnya. Indikator yang menjelaskan mengapa perekonomian Amerika Serikat dianggap belum menemui titik…

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru