|
A A

Yield

Yield merupakan tingkat pengembalian investasi sebagai persentase dari jumlah investasi awal. Yield mengukur tingkat pengembalian dari suatu instrumen keuangan (misalnya saham dan obligasi) berdasarkan dividen dan tingkat suku bunga, bukan selisih kenaikan harga.

Misalkan, seorang investor memiliki saham perusahaan XYZ. Perusahaan tersebut membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1.000 per lembar saham. Investor membeli saham dengan harga Rp 20.000 tiap lembarnya. Maka yield dapat dicari dengan membagi nilai dividen terhadap harga awal dari saham tersebut, yakni:

Yield = Rp1.000/Rp20.000 x 100% = 5%

Sementara itu, untuk investasi ke dalam bentuk obligasi, investor memperoleh bunga atau kupon pada tingkat yang sama tiap tahunnya. Yield dari suatu instrumen keuangan, khususnya obligasi, dapat dihitung dengan tiga cara, yakni nominal yield, yield saat ini (current yield), dan yield to maturity (YTM).

 

Nominal yield
Nominal yield merujuk pada nilai tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh suatu obligasi. Misalkan, Surat Utang Negara 7%.
Maka, yield yang dihasilkan oleh instrumen tersebut adalah 7 persen.

 

Current yield
Yield saat ini atau current yield merupakan rasio antara kupon bunga dengan harga obligasi saat ini.
Misalkan, seorang investor membeli obligasi perusahaan dengan masa tenor 5 tahun sebesar Rp15 juta. Obligasi tersebut menawarkan kupon per tahun sebesar 10%. Harga obligasi saat ini adalah Rp12 juta. Maka, yield saat ini (current yield) untuk investasi tersebut adalah:

Current Yield = Rp 15 juta x 10% / Rp12 juta x 100% = 12,5%

Berdasarkan nilai current yield, sang investor mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi karena terjadi penurunan harga obligasi.

 

Yield to maturity
Yield to maturity (YTM) merujuk pada tingkat pengembalian investasi yang akan diperoleh investor sampai berakhirnya masa tenor obligasi, atau ketika nilai investasi awal dikembalikan seluruhnya kepada investor. Asumsinya, investor tidak menjual obligasi tersebut dan seluruh pembayaran dilakukan tepat waktu.
YTM dihitung dengan menyamakan harga obligasi saat ini dengan seluruh nilai tingkat pengembalian yang didapatkan di masa depan, yakni sebagai berikut:

Harga Obligasi = ([Pemasukan1] / [1+yield])+ ([Pemasukan2]) / [1+yield]2) + ⋯ + ([Pemasukann] / [1+yield]n)

Pemasukan dihitung dari prinsipal dan nilai kupon.

Defisit Neraca Perdagangan Januari – Desember 2018 (ytd) mencapai US$8,57 billion (BPS)  *  Inflasi Desember 2018 tercatat sebesar 3,13% y-o-y (BPS).  *  Neraca Pembayaran Indonesia pada September 2018 (Q3) mengalami defisit hingga US$4,39 Billion (BPS)  *  Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal 3 2018 mengalami defisit terdalam selama 5 tahun terakhir mencapai US$8,85 billion (BPS)  *  Info terbaru